
Pembaca Totto-chan mungkin akan bisa membaca arahan tulisan ini. Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela, novel buku anak karya Tetsuko Kuroyanagi, penulis Jepang, yang diterbitkan Gramedia Pustaka pada 2008. Saya sudah beberapa membeli buku ini, dihadiahkan untuk adik-adik perempuan saya, atau saya lupa tidak membawa saat pindah dan akhirnya beli lagi.
MBG, mewarnai diskusi berbagai media Nasional, hingga warung makan, sampai celetuk tukang ojek daring. Heboh sekali. Tulisan ini tidak untuk mengkritik atau beropini tentang MBG: perlu atau tidak, pemborosan atau bukan; atau penilaian lainnya. Paling tidak, tidak mengkritik secara langsung.
Makan bergizi gratis ternyata sudah muncul di Jepang sebelum perang dunia kedua (PD II). Sekitar 1937 M. Waktu latar novel Totto-chan.
“Apakah kalian membawa sesuatu dari laut dan sesuatu dari pegunungan?” Tanya Kepala Sekolah Tomoe Gakuen, Sosaku Kobayashi, di hari pertama Totto-chan bersekolah.
“Ya!” Jawab murid-murid serentak sambil membuka kotak-kotak bekal makan siang.
“Mari kita lihat apa yang kalian bawa”.
Kepala Sekolah berkeliling memeriksa menu makan siang setiap siswanya. Terkadang seorang Ibu -dengan alasan apapun- sangat sibuk, dan anaknya hanya membawa sesuatu dari pegunungan atau hanya dari laut. Ia berhenti di depan salah satu murid.
“Laut!“. Istri kepala sekolah (penanggung jawab dapur sekolah) akan menyendok chikuwa (sejenis bakso ikan berbentuk panjang) dari wajan “laut”. Artinya siswa hanya membawa bekal sesuatu dari pegunungan, perlu ditambahkan sesuatu dari laut.
Jika Kepala Sekolah berkata “Pegunungan”. Maka akan dikeluarkan beberapa potong kentang tumis kecap dari wajan (pegunungan).
Tambahan menu bergizi, ditambahkan pada bekal makan siang siswa SD tempat Totto-chan bersekolah. Siswa membawa bekal dari rumah, jika ada yang kurang ditambahkan. Luar biasa! Bahkan mungkin, jika ada anak yang tidak bawa bekal akan diberikan makan siang, tentu saja, kepala sekolahnya begitu baik dan menjiwai pekerjaanya.
Orang tua tetap berupaya menyiapkan bekal makan siang, sisa memberikan tambahan makan bergizi gratis, jika ada kekurangan. Kolaborasi orang tua dan sekolah begitu terlihat.
Makanan bergizi berbasis rumah dan sekolah. Ah! luar biasa indah.
-WS-













