Seri-14, Layanan

Pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam bekerja merupakan tiga hal pokok untuk dapat bekerja dengan baik. Gabungan tiga hal itu membentuk apa yang dimaksud dengan kompetensi.
Kompetensi bukan sekadar pengetahuan. Pengetahuan adalah bagian dari kompetensi, dan dasar bagi dua berikutnya (keterampilan dan sikap).
Tidak ada jalan lain untuk mendapatkan pengetahuan selain belajar. Apapun metode belajar yang ditempuh. Pilihlah yang kita sukai dan memungkinkan kita mengikuti dengan baik dan tuntas.
Dalam ilmu praktis/terapan (teknik penjualan misalnya), mengikuti pelatihan adalah yang paling mudah. Membaca adalah yang paling murah. Menyimak via media sosial dapat sedikit membantu, meskipun banyak informasi dan tampilan yang mengganggu, serta sangat terbatas hanya bab singkat tertentu. Yang jelas, kita harus berpengetahuan terhadap dunia yang kita berada di dalamnya. Kita hendaknya tidak berpuas atau masa bodoh dengan pengetahuan diri.
Terdapat pengetahuan yang wajib dimiliki oleh seorang penjual dan pemberi layanan. Misal pengetahuan tentang produk (product knowledge). Pengetahuan ini, harus dikuasi. Perusahaan (Wajib) memberi pembekalan terkait pengetahuan produk.
Pengetahuan tentang bagaimana perjalanan pelanggan dalam mengambil keputusan pembelian (customer journey), juga wajib diketahui. Sehingga penjual dan pemberi layanan dapat memberikan dan melakukan aktivitas sesuai posisi pelanggan dalam customer journey.
Pengetahuan juga terkait hal-hal baru yang menunjang pekerjaan. Langsung maupun tidak langsung. Pengetahuan terkait pengembangan diri, pengembangan tim, pengambilan keputusan, hubungan sosial, pemecahan masalah adalah contoh pengetahuan yang sebaiknya dimiliki.
Pengetahuan akan percuma jika tidak dipraktikan. Pengetahuan juga mubazir jika diabaikan ketika sedang bekerja. Sama halnya dengan praktik tanpa di dasar pengetahuan yang memadai.
Pengetahuan tanpa praktik itu bullshit. Praktik tanpa dasar pengetahuan itu stupid.
Praktik, semakin sering dilakukan akan membuat kita terampil. Pengetahuan yang dipraktikan adalah keterampilan.
Keterampilan (skill) yang berhubungan dengan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan harus dimiliki dengan baik. Agar pelaksanaannya dapat berjalan efektif dan efisien. Keterampilan komunikasi, kepemimpinan, pengambilan keputusan, adalah bagian dari soft skill. Mengendarai kendaraan, teknik penjualan (sales operation), service operation, adalah contoh hard skill.
Untuk menjadi terampil tidak ada jalan lain selain memiliki pengetahuan dengan belajar yang diikuti berlatih, berlatih, dan berlatih. Praktik, praktik, praktik. Mempraktikan pengetahuan tentang ketrampilan yang telah diketahui. Dalam hal ini saya sepakat dengan ungkapan, tidak ada orang berbakat, yang ada orang yang mau terus berlatih atau tidak.
Sikap, attitude. Terkait dengan kejujuran, integritas, keandalan diri, daya tahan diri, amanah, dan akhlak diri. Sikap akan menentukan keputusan dan tindakan kita dalam situasi tertentu.
Sikap berasal dari nilai yang kita percaya dan ditampilkan dalam aksi diri. Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif adalah contoh nilai yang harusnya dimiliki oleh setiap insan dimanapun ia bekerja, tidak harus di BUMN. Sebutan nilainya bisa apa saja. Sikap positif berawal dari keyakinan dan pikiran positif, yang hendaknya dimiliki oleh penjual dan pemberi layanan.
(WS)